Cerita Tentang Songket Palembang dan Tenun Sumba

 

Songket Palembang digambarkan sebagai kain tradisional dengan motif paling rumit dibandingkan kain lainnya. Warna keemasan yang memiliki sejarah tersendiri, serta kain songket yang terbuat dari benang sutera asli dan dayan (alat tenun), dan berbagai fungsinya membuat songket ini sangat istimewa.

Sedangkan Tenun Sumba merupakan salah satu karya orang Indonesia yang paling detail karena proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Sebagai gambaran, pembuatan satu lembar kain tenun Sumba membutuhkan waktu minimal enam bulan, bahkan ada kain yang membutuhkan waktu pembuatan tiga tahun. Prosesnya meliputi penggulungan hingga pencelupan minyak kemiri, dan pewarnaan alami yang harus dilakukan dengan sempurna.

Kisah Tenun Jepara

 

Di Desa Troso, Jepara, Indonesia, para pengrajin menggunakan alat tenun manual dan mengandalkan kekuatan fisik mereka dibandingkan mesin. Suara ritmis dari alat yang dioperasikan dengan tangan ini menimbulkan melodi yang mencerminkan emosi mereka, yang juga berfungsi sebagai narasi keadaan emosi para penenun, ketika mereka menyalurkan energi mereka ke dalam kreasi mereka dan menanamkan aspirasi mereka untuk masa depan.

Livette menghidupkan kain tenun sulam bulu Troso dan menyalurkan aspirasi para penenun. Karya seni yang rumit ini menyampaikan harapan para penenun untuk masa depan, hubungan mendalam mereka dengan Tuhan, pentingnya keseimbangan spiritual, dan perpaduan kesempurnaan, kemurnian, dan kesucian dalam hidup, yang semuanya dijalin menjadi motif grafis kontemporer. Livette dengan cerdik mengubah elemen-elemen ini menjadi karya fesyen yang mengundang kekaguman, sehingga menambah semangat pada pengalaman pembuat dan pemakainya.

Koleksi Kami

Dapatkan koleksi terbaik kami

Tentang Pendiri

Liliana Tanoesoedibjo

Liliana Tanoesoedibjo adalah seorang pengusaha ternama yang dikenal dengan semangat inovatifnya. Ia adalah sosok kreatif di balik lini fesyen mewah Livette Tenun. Sebagai seorang dengan keahlian dalam bidang fashion dan seni, serta sebagai pecinta tekstil, Liliana memiliki latar belakang yang luas di bidang fashion dan kecantikan, setelah lulus dari Richard Robinson Fashion Design Academy dan Ottawa’s Versailles Academy of Make-Up Arts di Kanada. Saat ini ia juga menjabat sebagai Chairwoman dari Miss Indonesia Organization, yang disertai dengan pengalaman menjadi anggota juri Miss World pada tahun 2015 dan 2016. Sebagai pendiri Miss Indonesia, melalui program-programnya Liliana memberikan apresiasi pada perempuan-perempuan yang berhasil di bidangnya. Ia pun percaya bahwa kecantikan seorang perempuan akan memancar ketika mencapai kesuksesan.

Instagram kami

Ikuti kami untuk mendapatkan informasi terbaru.