Mengenang semua talenta kreatif di industri fashion melalui apa yang disebut mahakarya mereka, Masterpiece tahun ini membawa kita kembali ke jalur memori dari masa lalu ketika fashion dikenal tidak hanya sebagai pakaian untuk menutupi manusia dari kotoran, panas dan dingin, tetapi juga pernyataan kepribadian mereka sendiri.
Mulai tahun 1900-an hingga 2020-an, The Masterpiece menampilkan karya 15 desainer berbakat, Andreas Odang, Denny Wirawan, Priyo Oktaviano, Katy Matskevich, Imelda Kartini, Livette, Viena Mutia, Moral, Nila Baharuddin, Julianto, Hartono Gan, Denny Kemewahan, Reni Moe, Coreta Louise dan Jesus Cedeno. Sementara itu, I Fashion Festival menghadirkan karya fashion cemerlang dari 6 desainer sukses lokal dan internasional, mulai dari Coreta Louise, Katy Matskevich, Reni Moe, Jesus Cedeno, Julianto dan Denny Opulence.
Tren mode datang dan pergi (dan datang lagi, dan pergi lagi) tetapi ada gaya tertentu yang akan selalu terikat erat dengan era yang membuatnya populer. The Masterpiece tahun ini memungkinkan kita kembali ke masa lalu dan mengingat beberapa tren mode terbesar dari setiap dekade, dari awal 1900-an, tahun 20-an yang menderu, tahun 30-an, 40-an dan 50-an yang elegan, tahun 60-an dan 70-an yang trendi , tahun 80-an dan 90-an yang semarak hingga Y2K, dan bahkan baru-baru ini sekitar dua dekade setelah pergantian milenium.
Masing-masing desainer mempresentasikan suar mereka sendiri yang dipadukan dengan inspirasi yang mereka tuangkan ke dalam desain mereka dari berbagai dekade ini. Secara bergiliran, pemirsa disuguhi serangkaian parade mode gemilang yang membawa mereka kembali ke masa lalu, masa kini, dan masa depan. Terinspirasi gaya Victoria tahun 1960-an, Livette Tenun menampilkan dress ruffles di bagian leher dan pergelangan tangan, dengan lengan gembung, dan songket merah yang berani di bagian bawahnya.
“Ini merupakan ajang yang luar biasa bagi industri kreatif karena para desainer mendapatkan kesempatan sekaligus tantangan untuk mempresentasikan karya fesyen terbaiknya, dan tentunya menjadi kebanggaan bagi mereka sebagai desainer untuk mengungkapkan seluruh potensi diri yang diwujudkan dalam bentuk of a Masterpiece,” ujar Ibu Liliana Tanoesoedibjo, Chairwoman HighEnd Magazine dan desainer dari rumah modenya sendiri, Livette Tenun.